Powered By Blogger

Monday, October 10, 2016

Pemanfaatan ICT Meminimalisasi Miskonsepsi dalam Pembelajaran Fisika
Mei Susanti
Universitas Ahmad Dahlan
Jl. Prof. Soepomo, S.H, Umbulharjo, Yogyakarta
Email: Maepinky65 @gmail.com
Blog: serba-serbi-sains.blogspot.com
Abstraks
Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang berisi tentang proses kejadian alam dan segala bentuk fenomena yang terjadi di bentangan jagat raya. Ilmu ini telah lama dikenal sebagai mata pelajaran yang sukar karena disampaikan melalui bahasa matematika sabagai tools-nya. Sehingga dibutuhkan sosok guru yang tidak hanya cakap dan terampil dalam pembelajaran fisika, namun juga harus kreatif dalam penyampaian materi kepada para siswa. Salah satunya dengan menggunakan ICT (Information and Communication Technologies) sebagai media pembalajaran fisika. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas tentang pemanfaatan  ICT sebagai media pembelajaran, skema pengembangan ICT pendidikan, dan kelebihan dan kekurangan penggunaan ICT dalam pembelajaran fisika.
Physics is a branch of science that contains the natural events and all forms of phenomena that occur in the stretch of the universe. Science has long been recognized as a difficult subject as conveyed through the language of mathematics sabagai his tools. So it takes a teacher who is not only competent and skilled in learning physics, but also to be creative in the delivery of material to the students. One using ICT (Information Computer Technology) as a means pembalajaran physics. In this paper, the authors will discuss the use of ICT as a medium of learning, educational ICT development schemes, and advantages and disadvantages of the use of ICT in learning physics.
Pemanfaatan ICT sebagai Media Pembelajaran
Fisika adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang fenomena dan kejadian alam yang diformulasikan melalui math-tools, yaitu menggunakan bahasa matematika sebagai konsep dan prinsip dasar dari sebuah teori. Oleh karena itu dibutuhkan suatu media untuk mempermudah pemahaman dalam pembelajaran fisika, salah satunya dengan memanfaatkan ICT (Information and Communication technologies). Salah satu bentuk pemanfaatan ICT adalah dengan membuat simulasi atau animasi kejadian fisika. Untuk membuat suatu simulasi atau rangkaian animasi fisika dibutuhkan software maupun hardware untuk mendukung sistem tersebut. Sebagai contoh dengan menggunakan microsoft excel. Selain itu, agar supaya tidak terjadi miskonsepsi terhadap siswa, maka dari itu dibutuhkan keterampilan dan kreatif para guru dalam membuat simulasi dan animasi serta penjelasan atas suatu konsep dasar dari animasi yang ditampilkan. Sehingga hal ini diharapkan dapat meminimalisir miskonsepsi yang seringkali terjadi di antara siswa.
Dampak ICT dalam dunia pendidikan.
Penggunaan ICT sebagai media pembelajaran memberikan beberapa dampak dalam perkembangan sistem pendidikan yaitu sebagai berikut : (1) terjadi pergeseran tradisi dari kapur dan papan tulis ke layar dan LCD, dari maksimum tayangan transparansi ke presentasi elektronik, dari paper-based assessment ke paperless assessment, dari classical learning ke individual learning, dan dari “boring” learning situation ke “interesting and challenging” learning environment. (2) terjadinya pergeseran nilai social dan tradisi hubungan antara siswa dan guru. ICT based learning telah memaksa pembelajaran untuk memiliki rekening-rekening elektronik, seperti e-mail dan internet. Di samping itu, tradisi kontak fisik antara siswa guru menjadi lebih minim karena keduanya dapat terpisah oleh ruang dan waktu. (3) Perubahan dalam pengelolaan kelas tampaknya lebih disebabkan oleh kombinasi efek multimedia yang digunakan dan pendekatanpembelajaran yang digunakan.(4) Strategi manajemen informasi menjadi menjadi lebih berperan dalam pembelajaran yang mempengaruhi pembentukan pengetahuan dan pengelolaan lingkungan kelas/sekolah.(5)  Sikap guru terhadap ICT terkait dengan kendala-kendala kultur sosial, profesional, dan teknologi.(6) Implementasi ICT yang efektif dalam pembelajaran menuntut perubahan secara institusi oleh semua pelaku pendidikan.
Referensi
1.      http://repository.upi.edu/operator/upload/s_fis_0700888_chapter1.pdf